Bap3da Gelar Rapat Pengembangan Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong

Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bap3da) Kabupaten Kebumen mengadakan rapat dengan tim dari Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, sejumlah Kepala OPD serta perwakilan LIPI di Ruang Rapat Gedung Bap3da Jl. Veteran No.2 Kebumen, Jumat (22/3). Rapat membahas seputar  pengembangan Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong baik sumber daya manusia maupun tatakelola managemennya. Rapat dipimpin Kepala Bap3da, Ir.Puji Rahayu didampingi Ketua Badan Pengelola Geopark Karangsambung-Karangbolong, Ir. Junaedi Fatchurohman M.Si. 
Dalam rapat diungkapkan sejumlah permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan geopark. Di sektor pariwisata, pokdarwis belum mumpuni dalam penguasaan bahasa asing. Dari perspektif LIPI perlu dipertajam kluster-kluster atau zonasi,  DPMPTSP meminta masterplan geopark dibuat secepatnya agar dapat ditawarkan kepada para investor, Disperkim LH menyebut ada beberapa lokasi di geopark yang rawan longsor yang harus dicari jalan keluarnya dengan menerapkan teknologi yang dapat melindungi sumber mata air agar tidak mengalami kerusakan, sedangkan Dispermades P3A mengusulkan agar setiap Pemerintah Desa yang masuk dalam wilayah geopark dapat mengalokasikan anggaran untuk pengembangan geopark. 
Sementara itu dari Diskominfo yang diwakili Kasi Penyiaran Media Elektronik, Dwi Purwantoro S.ST pada prinsipnya akan mendukung penuh segala bentuk program pengembangan geopark. Diskominfo memiliki media radio, televisi, website dan media sosial yang bisa dioptimalkan untuk promosi dan publikasi. "Kami siap bersinergi dengan institusi manapun terkait pengembangan geopark ini," ujar Dwi Purwantoro. 
Menanggapi sejumlah permasalahan tersebut, Ketua tim Universitas Indraprasta PGRI, Tulus mengatakan timnya akan melakukan survey terlebih dahulu ke beberapa titik di kawasan geopark yang selanjutnya dibuat rumusan-rumusan untuk pengembangan Geopark Karangsambung-Karangbolong baik dari pengembangan kapasitas sumber daya manusia, seni budaya, sektor UKM serta sektor-sektor lainnya.(mn)