LIPI: Karangsambung Lantai Samudera, Asal Pulau Jawa

KEBUMEN - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendorong agar kawasan batuan purba di Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah dikembangkan menjadi onjek wisata alam dan wisata edukasi. Kepala Pelaksana Teknis Balai Informasi dan Konservasi Kebumian (UPT BIKK) LIPI Karangsambung, Edi Hidayat mengatakan, kini kawasan Karangsambung dan Karangbolong, Kebumen telah ditetapkan menjadi Geopark Nasional.


“Pelajar bisa mempelajari proses kebumian. Bagaimana terbentuknya Pulau Jawa dan lain sebagainya,” katanya, beberapa waktu lalu. Pengembangan wisata itu, kata dia, juga dilakukan untuk menjaga kawasan geopark dari perusakan. Sebab, masih banyak warga yang berprofesi sebagai penambang pasir dan batu di kawasan geopark.


Mahasiswa mempelajari salah satu situs batuan purba, Situs Watu Kelir, di Sadang, Kebumen. (GATRA/Ridlo Susanto/tss)
Dengan demikian, masyarakat dengan budaya penambang bisa beralih menjadi masyarakat wisata. Wisata diyakini akan mendongrak perekonomian warga di kawasan Karangsambung. “Kami mendorong agar masyarakat penambang berubah menjadi masyarakat pariwisata. Mungkin perlahan, tetapi kami optimis itu akan berhasil,” ujarnya.


Dia menjelaskan, wilayah Karangsambung adalah titik lempeng samudera dan lempeng benua bertumbukan dan mengangkat dasar samudera menjadi daratan. Kehidupan bawah laut purba dan proses kebumian pun menjadi artefak yang terus digali, untuk menyingkap tabir sejarah kehidupan bawah laut di masa lalu. “22 ribu hektare kawasan konservasi geologi,” ungkapnya.


Menurut dia, di kawasan ini terdapat pula batuan hasil proses kebumian batu beku seperti basal, granit, gabro, andesit, diabas dan dasit. Selain itu, ada pula batuan sedimen yang meliputi rijang, konglomerat, batu pasir, gamping merah dan kalkarenit.


Adapun batuan metamorf terdiri dari kuarsit, serpenit, sekis mika, filit, karmer dan gnels. Batuan purba itu tercipta antara 120-60 juta tahun yang lalu. Seluruhnya tersaji di area tiga kabupaten, meliputi Kebumen, Banjarnegara dan Wonosobo.


Secara umum, wilayah Karangsambung dan tiga kecamatan di sekitarnya, seperti Sadang, Karanggayam dan Aliyan didominasi oleh perbukitan batuan purba yang tercipta ratusan juta tahun lalu. Ini termasuk Bukit Pentulu yang terletak di Desa Karangsambung. “Boleh dibilang, wilayah ini merupakan lantai dasar Samudera dan bisa mengungkap proses terbentuknya Pulau Jawa,” dia menerangkan. (gt)