Mahasiswa dari 13 Negara Kunjungi Geopark

Sebanyak 48 mahasiswa dari 13 negara mengunjungi ke Kebumen. Kedatangan mereka untuk mengikuti Summer Program Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung untuk mengeksplorasi Geopark Karangsambung - Karangbolong. Kegiatan berlangsung sejak 14 hingga 16 Juli 2019.

Beberapa mahasiswa yang berkunjung diantaranya berasal dari negara,  Malaysia, Singapura, Vietnam, Taiwan dan China. Termasuk didalamnya yakni mahasiswa Indonesia. Bahkan terdapat mahasiswa dari Hongaria yang terlibat eksplor tersebut. Rombongan dipimpin oleh Ketua Pusat Penelitian Geopark dan Kebencanaan Geologi Unpad Mega Fatimah Rosana.

Di Geopark, para mahasiswa internasional tersebut mengunjungi sejumlah lokasi. Usai dijamu dan tatap muka dengan Bupati Yazid Mahfudz dan Wabup Arif Sugiyanto, rombongan bertandang ke LIPI Karangsambung. Setelah itu mereka berkunjung ke Bukit Pentulu Indah, Embung Selo Asri hingga Brujul Adventure di Peniron.
 Sekretaris Komisi A DPRD Kebumen Aksin yang mendampingi mengemukakan dari segi potensi Geopark Karangsambung-Karangbolong sudah sangat baik. Kendati demikian, masih banyak hal yang musti ditingkatkan. Ini penting untuk menuju Geopark Global UNESCO. "Secara alam sudah tidak diragukan. Tetapi kemasan pariwisata masih banyak yang harus dikembangkan," katanya.

Aksin yang juga Direktur PT Pesona Dasar Samudra itu menyampaikan pembenahan pariwisata geopark diperlukan hampir di semua titik. Ini meliputi pengembangan sumber daya manusia, keterlibatan masyarakat, infrastruktur maupun sarana prasarana pendukung lain. Pengembangan ini perlu keterlibatan berbagai pihak termasuk Pemkab Kebumen. Bahkan peningkatan SDM sangat penting terutama soal bahasa asing. "Kami juga mengharapkan ada dukungan dari Gubernur terkait pengembangan geopark ini," tuturnya.

Berbagai sarana prasarana yang mendukung masih sangat perlu ditingkatkan. Ini meliputi papan informasi hingga fasilitas kamar mandi. Selain itu jalan menuju geopark juga harus diperbaiki. Sehingga wisatawan dapat nyaman saat berkunjung. Dengan kesiapan geopark menuju Global Geopark Unesco, papan informasi perlu dibuat dengan dua atau tiga bahasa. Selain di lokasi publik seperti stasiun, juga di lokasi situs geopark agar wisatawan dapat memahaminya.

Aksin menambahkan, kini pihaknya telah siap dan sudah membuktikan mampu mengundang wisatawan atau mahasiswa manca negera. Kini tinggal peningkatan standarisasi wisata yang masih harus terus dikembangkan. Sehingga wisatawan tidak hanya datang sekali. Melainkan diharapkan dapat berkunjung kembali. "Festival kelas Internasional juga diperlukan untuk semakin mendukung pemasaran geopark,” ucapnya. (mam)