Pengembangan Geopark Butuh Sinergitas Lima Unsur Dengan Konsep Pentahelix

Pengembangan Geopark Karangsambung-Karangbolong (GKK) tidak dapat dilakukan secara kluster dan harus dilakukan secara menyeluruh oleh semua pihak. Diperlukan kekuatan pentahelix untuk dapat menyukseskan pengembangan GKK yang telah mendapatkan sertifikat Geopark nasional.

Kepala Kantor Internasional Universitas Padjadjaran Ronny Lesmana mengungkapkan, pentahelix merupakan kekuatan dari unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pebisnis, dan media dalam pengembangan geopark. Kelima unsur ini perlu memiliki langkah yang sinergi agar pengembangan geopark dapat berjalan dengan baik.

"Pemerintah perlu mengedukasi masyarakat tentang geopark maupun kemampuan berbahasa Inggris," ungkapnya, Senin (24/6/2019) usai paparan summer program di gedung DPRD Kebumen.

Rapat sendiri dipimpin oleh Sekretaris Komisi A DPRD Kebumen Aksin itu diikuti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Tampak hadir Asisten II Setda Kebumen Nugroho Tri Waluyo, Kepala Disporawisata Kebumen Azam Fatoni, Sekretaris Bap3da Haryono Wahyudi dan Ketua Badan Pengelola Geopark Karangsambung-Karangbolong Djoenaidi Fatchurohman.

Ronny menegaskan, pengembangan geopark bukan sekedar membangun fasilitas semata. Pemberdayaan menjadi hal terpenting yaitu bagaimana mengubah mindset atau pola pikir masyarakat. Sehingga, apa yang dilakukan oleh Pemkab dapat sinkron. Disisi lain, diperlukan pula kurikulum muatan lokal mengenai geopark.

"Kesadaran masyarakat dibutuhkan dengan melihat Geopark menjadi hal yang perlu dijaga dan dilestarikan," katanya.

Ketika menjadi Unesco Global Geopark nantinya, maka konsekwensinya Kebumen bakal didatangi wisatawan dari berbagai negara. Diperlukan kesiapan dari segala lini bukan saja infrastruktur. Seperti lokasi aman, kenyamanan wisatawan dan masyarakat yang welcoming.

"Semisal wisatawan turun dari kereta api, harus sudah ada yang memberikan petunjuk atau minimal papan informasi kemana menuju geopark," tuturnya.

Ronny menambahkan, dalam rangka membantu pengembangan geopark di Kebumen pihaknya berencana menggelar summer program. Program tersebut membawa 50 mahasiswa asing ke kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong.

"Mereka akan memberi pandangan terhadap kondisi yang ada di Kebumen. Perspektif dari orang asing ini kan penting, sehingga menjadi acuan dalam pengembangan geopark," tandasnya. (srt)