Presiden Geopark Asia Pasifik Kunjungi Kebumen

KEBUMEN - President Asia Pacific Geoparks Network (APGN) Prof. Emeritus Dato' Dr. Ibrahim Komo melakukan kunjungan kerja sekaligus meninjau Lava Bantal di Desa Seboro Kecamatan  Sadang dan Pentuluh Indah di Desa Karasambung yang masuk Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong (GNKK) Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (27/3). 

Kehadiran rombongan Presiden APGN diterima hangat oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Nugroho Tri Waluyo yang mewakili Bupati KH. Yazid Mahfudz, sejumlah jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten, Ketua Badan Pengelola GNKK dan jajaran peneliti LIPI di Auditorium Gedung LIPI Karangsambung, Kebumen. Pada kesempatan tersebut, Nugroho Tri Waluyo atas nama Bupati mengucapkan terimakasih atas kehadiran Presiden APGN beserta rombongan yang telah menyempatkan berkunjung dan meninjau langsung kawasan GNKK.  Dengan kehadiran Presiden APGN ini diharapkan menjadi spirit dan motivasi untuk mengembangkan GNKK kedepannya.

Dihadapan para tamu undangan, Nugroho Tri Waluyo memaparkan GNKK telah mendapat sertifikat sebagai Geopark Nasional pada tanggal 30 November 2018 di Bogor, Jawa Barat. Kawasan GNKK meliputi 12 Kecamatan dan 117 Desa.  "GNKK memiliki 41 Situs Geosite (geodiversity), 8 Situs Biologi (biodiversity) dan 11 Situs Budaya (culturediversity). Ini tentu harus ditindaklanjuti. Agar potensi tersebut dapat di optimalkan. Baik untuk keperluan konservasi maupun pengembangan wisata yang berkelanjutan," ujar Nugroho Tri Waluyo.

Sebagai tindak lanjut dari penetapan tersebut, Nugroho Tri Waluyo mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kebumen telah membentuk Badan khusus yang menangani geopark,  yakni Badan Pengelola GNKK yang bertugas  mengembangkan GNKK. "Kami telah melaksanakan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) yang khusus membahas  rencana pengembangan GNKK. Keberadaan GNKK ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Masyarakat kini tengah bekerja secara gotong royong membuat even maupun sarana dan prasarana yang mendukung pengembangan GNKK. Masyarakat juga semakin sadar akan potensi yang ada di wilayahnya," ungkap Nugroho Tri Waluyo.

Nugroho Tri Waluyo juga meminta kepad Presiden APGN untuk berkenan meninjau langsung situs GNKK. Untuk kemudian membagikan ilmu serta member masukan dalam pengembangan dan pengelolaan GNKK. "Diharapkan melalui pengembangan GNKK dapat memberikan kesejahteran masyarakat dan sektor pariwisata di Kebumen semakin maju serta lingkungan tetap lestari. Kami juga berharap, geopark di Kabupaten Kebumen dapat berkembang menjadi geopark internasional. Target ini diharapkan tercapai pada  2 (dua) tahun kedepan," ungkap Nugroho Tri Waluyo.(mn)