Diskusi Pengembangan dan Branding Budaya Geopark bersama KRT. H. Achmad Haryo Seta Wasesa , S.H

Pemkab Kebumen Ajak Budayawan Nyengkuyung Geopark

 KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen membuka diskusi Rencana Pengembangan dan Branding Geopark bersama para budayawan. Hadir sebagai narasumber, KRT. H. Achmad Haryo Seta Wasesa , S.H dan Dr. R. Bambang Widyatmiko, S.Si., M.T. Acara tersebut berlangsung Rabu (7/4/2021) di Ruang Rapat Setda Lantai 1.

KRT. H. Achmad Haryo Seta Wasesa, S.H yang sudah berpengalaman sebagai advokat adat menyampaikan bahwa Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong merupakan Keajaiban Dunia Berbalut Budaya. Sehingga unsur budaya dapat digunakan sebagai branding atau daya tarik untuk mempromosikan Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong agar diminati oleh wisatawanan lokal maupun mancanegara.


“Untuk menjadikan satu destinasi wisata memiliki daya tarik yang lebih, maka unsur sejarah, adat istiadat/tradisi dan kesenian (khas) merupakan unsur terpenting dalam hal promosi, khususnya dalam hal ini adalah tempat-tempat wisata yang menjual daya tarik alam, situs atau lingkungan”, papar beliau.


Sejauh ini  unsur sejarah tempat wisata alam  akan menjadi salah satu pertimbangan wisatawan untuk datang. Rasa penasaran dan keingintahuan wisatawan pada dasarnya  dipicu oleh cerita-cerita Folklore, Legenda dan mitos–mitos yang berkembang di masyarakat. Oleh sebab itu, penggalian dan pendramatisiran sejarah menjadi unsur terpenting untuk dijadikan alat propaganda yang dapat  mendatangkan wisatawan.


Di samping itu, unsur adat istiadat/ tradisi dan kesenian juga menjadi faktor pemicu lainnya. Banyak di berbagai daerah, tempat – tempat wisata selain mengandalkan keindahan alam juga ditunjang juga oleh keunikan dan ciri khas adat-istiadat / tradisi masyarakat setempat sebagai daya tarik untuk mendatangkan wisatawan. Misalnya Festival Rambut Gimbal Pegunungan Dieng Kabupaten Banjarnegara/ Wonosobo. Hal ini juga berlaku bagi Kebumen dengan tradisi Pengunduhan Sarang Burung Lawet di Pantai Karangbolong. Begitu juga dengan Kesenian Tari Cepetan yang menjadi salah satu culture-site di Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong.


“Tari Cepetan khas Kebumen juga sudah menjadi salah satu Tarian Selamat Datang di Yogyakarta Internatioal Airport. Ini merupakan wujud nyata kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kebumen dengan Pihak Bandara Internasional Yogyakarta dalam mempromosikan geopark”, ujar Sekretaris Disporawisata Kabupaten Kebumen.


Hadir pula dalam diskusi tersebut yaitu Kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen, anggota Badan Pengelola Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong dan ahli budaya/ kesenian seperti Ketua Dewan Kesenian Daerah, Ketua Pakasa Cabang Kebumen, Ketua Brajabumi, Ketua Pepadi, Ketua Karawitan Larasati, Ketua HARPI, Ketua Lesbumi, Ketua Sedleng Nusantara, Ketua Permadani, Kepala Desa Watulawang dan  Putut Achmad Suadi.


Dengan adanya diskusi budaya dalam pengembangan Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong, harapannya budaya yang ada di Kebumen dapat dijaga, digunakan sebagai media edukasi, dilestarikan untuk tinggalan generasi yang akan datang sekaligus sebagai brand dalam mempromosikan wisata.