Sensasi Berwisata Sambil Menelisik Jejak Gunung Api Purba di Kawasan Geopark

KEBUMEN - Ayah,(kebumen.sorot.co)--Pantai Menganti di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, tak hanya dikenal karena menyuguhkan eksotisme alam yang indah dan menawan, namun juga menyimpan pengetahuan yang berharga. Objek wisata di sekitar Tanjung Karang Bata ini tersimpan jejak-jejak gunung api purba yang menjadi sorotan para ahli dan peneliti geologi baik dari dalam maupun luar negri.

Tempat itu juga menjadi satu dari 41 Gosite yang tersimpan di kawasan Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong. Selain unik dan langka, Tanjung Karang Bata juga menjadi salah satu spot yang banyak diburu oleh para wisatawan yang tengah mengeksplor keindahan Pantai Menganti. Lokasinya berbatasan langsung dengan debur ombak pantai sehingga menjadi sensasi tersendiri bagi wisatawan. Tiupan angin pantai yang sepoi-sepoi membuat betah wisatawan yang dayang.

Salah satu wisatawan yang juga Selebgram di Kebumen, Dian Wahyu Marselina (18) menuturkan, meski sudah beberapa kali mengunjungi lokasi tersebut, ia mengaku tidak merasa bosan bahkan penasaran dengan sejarah panjang yang tersimpan di balik indahnya lokasi tersebut.

"Generasi millenial juga harus tahu, bahwa jejak gunung api purba tidak hanya terdapat di Nglanggeran, Gunung Kidul saja. Di Tanjung Karang Bata ini ternyata juga ada. Disini tempatnya memang sangat bagus, unik, rekomended banget dan tentunya instagramable," ujar gadis cantik asal Kecamatan Buayan itu, Minggu (10/11).

Menurutnya, di pantai yang sering dijuluki sebagai New Zealand-nya Indonesia itu, wisatawan juga dapat belajar tentang geologi dengan menelisik jejak gunung api purba yang ada di Tanjung Karang Bata. 

Dihubungi terpisah, Peneliti Bidang Geologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) UPT Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung, Kristiawan Widiyanto mengungkapkan, Tanjung Karang Bata Pantai Menganti memang menjadi salah satu Geosite atau tempat yang memiliki jejak rekaman penting tentang sejarah bumi.

Para ahli geologi menduga bahwa aktivitas gunung api di selatan Pulau Jawa berasal dari letusan gunung api purba yang salah satu jejaknya dapat ditemui di Pantai Menganti.

"Jenis batuan yang ada di Geosite Tanjung Karang Bata, Pantai Menganti dan sekitarnya memang berbeda dengan jenis batuan yang dapat kita temui di kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong bagian utara, seperti di Kecamatan Karangsambung dan Sadang yang merupakan jenis batuan yang terdapat di laut dalam," jelas Kristiawan.

Batuan yang ada di Pantai Menganti dan sekitarnyamerupakan batuan gunung api lava basalt atau batuan hasil erupsi gunung api purba bawah laut yang diduga berumur oligosen-miosen atau berumur sekitar 35-25 juta tahun yang lalu. Kawasan tersebut merupakan cikal bakal permulaan dari aktivitas gunung api di selatan pulau Jawa yang kemudian tertutup oleh batuan karbonat berupa batu gamping.

"Jenis batuan yang ada di Geopark Karangsambung-Karangbolong bagian selatan, yakni di Kecamatan Ayah dan sekitarnya banyak merncerminkan jenis batuan kapur yang identik dengan laut dangkal," terangnya.

Lebih jauh Kristiawan mengatakan, lava basalt yang berada di Tanjung Karangbata merupakan batuan beku ekstrusiv hasil erupsi gunung api purba bawah laut yang memiliki sifat yang basaltic atau dengan kata lain tersusun atas mineral mafik seperti plagioklas Ca, olivin, dan piroksen atau orthopiroxe, dimana mineral-mineral tersebut banyak membawa unsur-unsur seperti Ca, Mg dan Fe.

"Batuan gunung api berupa lava basalt ini memiliki tingkat afinitas magma bersifat tholeitic yang terbentuk dekat dengan jalur subduksi atau dekat dengan batas penunjaman lempeng dengan komposisi silica dan potassium yang cukup rendah. Lava basalt ini memiliki karakter magma pembentuk berupa magma primer, dimana magma ini belum banyak mengalami perubahan komposisi pada saat mengalami proses differensiasi. Berdasarkan hasil klasifikasi unsur geokimia REE yang dilakukan maka diketahui bahwa setting tektonik dari lava ini adalah pada zona Active Continental Margin," ungkapnya.

Kristiawan menerangkan, Geopark Karangsambung-Karangbolong sendiri, secara geografis mewakili bagian utara dan selatan daerah Kabupaten Kebumen. Secara keseluruhan, kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong terbagi menjadi 3 segmen, yaitu Kawasan Karangsambung, yakni Kawasan Cagar Alam geologi Karangsambung di bagian utara. Kawasan Sempor bagian tengah dan kawasan pesisir Ayah yang merupakan kawasan karst dan vulkanik tua di bagian selatan.

"Di sekitar Tanjung Karang Bata banyak dijumpai tubuh batuan beku menyerupai tatanan paving blok, yang tidak lain merupakan bekas aliran lava darat yang mengalami gaya kontraksi dan membentuk retakan tiang atau columnar joint pada saat pembekuannya. Retakan-retakan berbentuk poligonal segi lima jika dilihat pada permukannya," katanya.

Kristiawan menambahkan, adanya pasir putih yang terhampar di sepanjang Pantai Menganti merupakan sedimen hasil rombakan batu gamping di utaranya yang terbawa aliran sungai dan disebarkan oleh ombak. Hal itu tentu menambah keindahan Pantai Menganti.

"Geopark menjadi bentuk apresiasi kita semua kepada nilai dan makna keunikan, kelangkaan dan estetika dari keragaman dan warisan geologi yang terdapat di Kebumen ini. Oleh karenanya mari kita jaga dan kita kembangkan bersama," ajaknya. (srt)