Unindra Jakarta Bantu Pemkab Kebumen Kembangkan Geopark

Komitmen Pemkab Kebumen untuk mengembangkan Geopark Karangsambung-Karangbolong dari geopark nasional menjadi global geopark mendapatkan dukungan dari kalangan perguruan tinggi. Salah satunya datang dari Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI Jakarta yang siap menerjunkan tenaga ahli untuk membantu pengembangan kawasan geopark. 

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Rektor Unindra Prof Dr H Sumaryoto saat bertemu dengan Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz di Rumdin Bupati Kebumen, Senin (18/3). Dalam audiensi itu, Prof Sumaryoto didampingi sang istri Hj Anna Nurfarhana Sumaryoto MM MPd yang juga Kepala Divisi Pendidikan dan Pelatihan Unindra Jakarta, dan Humas dan Pemasaran Jateng Ir Joko Waluyo. 

Sedangkan Bupati didampingi Kepala BAP3DA Ir Pudji Rahaju, Ketua Badan Pengelola Geopark Karangsambung Karangbolong Ir Djoenedi Fatchurahman MSi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Drs Hery Setyanto, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Nugroho Tri Waluyo. Tampak pula Sekertaris Dinas Pendidikan Sudirman Kabid Pemasaran Pariwisata Unggul Winarti  dan Kasubid Prasarana Wilayah pada Bidang Pengembangan Infrastruktur BAP3DA  Niken Ratna Widiastuti SSi MEng. 

Dalam pertemuan yang berlangsung sekira satu jam itu, Unindra juga bakal memfasilitas program S2 bagi para guru mata pelajaran  tingkat SMP dan para pejabat di lingkungan Pemkab Kebumen. Adapun studi lanjut tersebut menggunakan sistem kuliah jarak jauh yang memanfaatkan teknologi internet. 

Rektor Unindra Prof Sumaryoto mengatakan, pihaknya terpanggil untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan di Kebumen. Salah satu yang bisa dilakukan melalui potensi Kebumen, khususnya pengembangan kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong dan di bidang pendidikan. 

"Untuk membantu pengembangan geopark, kami dari Unindra Jakarta telah menyiapkan tenaga ahli untuk bimbingan dan pengembangan kawasan geopark di Kebumen," kata Prof Sumaryoto kepada wartawan usai pertemuan. 

Sementara di bidang pendidikan, Unindra Jakarta menawarkan program S2 jarak jauh bagi guru dan pejabat di Kota Beriman. Program ini merupakan tindak lanjut diterbitkannya Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan (Permenristekdikti)  Nomor 51 tahun 2018 tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta. 

"Dalam Permen itu, secara teknis diatur penyelenggaraan  pendidikan jarak jauh. Intinya pendidikan jarak jauh ini adalah pembelajaran menggunkaan media daring, tetapi tidak semua mata kuliah melalui online. Nanti akan selektif tinggal bagaimana kerjasama antara Pemkab Kebumen dengan Unindra," katanya rektor putra asli Kebumen tersebut. 

Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz  menyambut baik tawaran dari Unindra Jakarta dalam pengembangan geopark Karangsambung-Karangbolong menjadi global geopark dan Unindra juga bakal memfasilitas program S2 bagi para guru dan PNS di lingkungan Pemkab Kebumen. 

"Kami siap saja. Pengembangan geopark ini lebih mengutamakan tiga fungsi yakni konservasi, edukasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya. 

Ketua  Badan Pengelola Geopark Karangsambung-Karangbolong Djoenedi Fatchurahman mengamini pengembangan geopark ini membutuh tenaga ahli untuk konservasi, tenaga ahli edukasi masyarakat. Hanya tinggal nanti bentuk kerja sama seperti apa persisnya yang bisa dilakukan kedua belah pihak. Dia menambahkan, masih banyak potensi lokal yang bisa dikaji dari kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong. Seperti budaya, ekonomi yang tidak merusak, serta aspek geologi. 

"Ini masih diperlukan pemetaan wilayah, agar konsep Geopark ini lebih mengedepankan kepercayaan masyarakat yang tidak melibatkan banyak investor, dan nantinya masyarakat Kebumen sendiri yang akan mengelolanya," katanya. 

Terkait pendidikan S2 jarak jauh, Sekertaris Dinas Pendidikan Sudirman mengatakan pihaknya bisa melaksanakan sepajang program itu sejalan dengan aturan pemerintah. Pihaknya akan mengikuti kebijakan dari BKN. "Jika BKN  sudah mengijinkan pasti bawahan akan mengikuti saja," katanya. 

Sudirman menyebutkan  di Kebumen terdapat sebanyak 1.942 guru PNS di tingkat SMP. Sedangkan  untuk  guru PNS tingkat SD sekitar 6.000. "Jumlah guru yang sudah S2 masih sangat kecil," ujar Sudirman.