LEGENDA DAN SEJARAH DESA KARANGGEDANG KEC. SRUWENG

A. Legenda dan Sejarah Desa

Pada zaman dahulu kala antara tahun 1828 M, Raja Mataram Sultan Agung Anyokro Kusumo memerintahkan kepada para prajurit yang dipimpin oleh Adipati ukur dan Tumenggung Bahurekso, pasukan berkuda ini diperintahkan oleh sultan untuk menyerang Kompeni Belanda di Batavia (Jakarta) karena Kompeni Belanda akan menguasai pulau jawa.

Penyerangan tidak berhasil karena Kompeni Belanda lebih lengkap persenjataannya, kemudian pasukan berkuda tersebut pulang ke Mataram dengan rasa kecewa dan kecapaian yang luar biasa. Ditengah perjalanan pulang, sampailah rombongan pasukan berkuda di suatu perempatan jalan yaitu yang biasa disebut jalan petanahan sekarang.

Pasukan berkuda berhenti untuk istirahat dan sambil melepaskan lelahnya para prajurit memandikan kuda-kuda yang dikendarai mereka, dan sampai sekarang perempatan tersebut dinama dengan GUYANGAN. Karena kondisi para prajurit yang kelelahan, haus dan lapar, kemudian mereka melangkah keselatan dan menemukan pekarangan/lahan yang isinya adalah tanaman pisang (gedang).

Di pekarangan tersebut banyak pisang yang sudah masak, dan oleh para prajurit tersebut dimakan bersama-sama untuk mengurangi rasa lelah dan lapar. Karena sebagian besar tanah pekarangan di daerah itu ditanami pohon pisang (gedang) maka tempat itu dinamai KARANGGEDANG dan nama itu diabadikan sampai sekarang.