LEGENDA DAN SEJARAH DESA KEJAWANG KEC. SRUWENG

A. LEGENDA DESA

Disinyalir konon sebelum masa peradaban Islam masuk ke tanah Jawa di daerah yang sekarang di namakan KEJAWANG masyarakatnya sudah menganut kepercayaan adanya sang pencipta alam Semesta. Terbukti di ketemukanya ARCA GANESHA di goa gadong dukuh Rawamenjangan. Masyarakat membuat tempat memuja kepada Yang Maha Kuasa di Bukit yang berupa punden berundak, karena berjalanya waktu punden tersebut tidak tersisa peninggalanya.

Diyakini pada masa peradaban itu pemuja harus di tempat yang lebih tinggi. Dan seperti pada umumnya tempat pemujaan tersebut di bawah bukit ada sungai yang mengalir, sungai tersebut di gunakan masyarakat setempat selain untuk keperluan dan kehidupan sehari-hari juga untuk menyucikan diri apabila ingin naik ke pemujaan. Seiring berjalanya waktu mulailah peradaban islam masuk ke tanah Jawa, konon pada masa pemerintahan Mataram Islam yaitu masa Pemerintahan raja HANYOKRO KUSUMO atau yang bergelar Sultan Agung Mataram ingin mengadakan penyerangan ke benteng Batavia VOC (Th.1626-1628).

Di dalam beliau ber maulana selain ingin mempersatukan masyarakat Jawa Selatan untuk menyerang pusah pemerintahan penjajahan Belanda di Batavia Sekarang Jakarta, beliau juga sambil menyebarkan ajaran Agama Islam. Disinyalir Sultan Agung pernah singgah di daerah yang sekarang dinamakan KEJAWANG. Beliau tidak sendiri namun di ikuti oleh para abdi dan Sahabat. Masyarakat pada masa itu mulai di pengaruhi ajaran Islam  lewat ajaran Sultan Agung dan para sahabat. Sehingga acara yang sebagai simbol untuk memuja di pindah dan di kuburkan di Gadong, sekarang masuk area pemakaman umum Rawamejangan. Bukit Tambaksari  di jadikan tempat persingahan Sultan Agung dan para Sahabatnya.

Adapun para abdi dan sahabat menurut penuturan dari tokoh Masyarakat yaitu Bp.Kuat Joyotaruno KEJAWANG yang secara turun temurun di sampaikan oleh Juru Kunci PETILASAN TAMBAKSARI yaitu menjadi yang pertama menjadi Juru Kunci :

1. Bp. Yasadiharjo 

2. Bp. Mardi 

3. Bp. Madwikarto/ Bp. Jas 

4. Bp. Karsiman 

5. Bp. Paristiono (yg Sekarang)

B. SEJARAH DESA 

NO TAHUN KEJADIAN BAIK KEJADIAN BURUK

1. 1938 Meninggalnya kepala desa Kejawang 1 setelah di pecah menjadi 3 (tiga) Daerah yaitu Bp. Yudha Wilsama 

2. 1940 Pemilihan Kepala Desa penganti Bp. Yudha Wilsama yaitu Bp. Karto Suarno

3. 1942 Jepang memasuki wilayah Kejawang yang berdampak masyarakat jadi gelisah

4. 1943 Masyarakan mengalami penderitaan yang menyedihkan dimana kelaparan dan penyakit menyerang yaitu udim (kepala basak) beri-beri dan Patek (kaseng Menjijikan).

5. 1948 Adanya Agresi militer Belanda II daerah Candi yatu: wilayah tetangga menjadi basis pergerakan sehingga desa kejawang menjadi daerah pengusiran rakyat candi dan mendirikan dapur umum secara besar-besaran agresi ini disebut “GEGER CANDI”

6. 1955 Hujan abu yang luar biasa dari gunung Kelud sehingga tanaman sulit untuk dimanfaatkan. 

Banjir bandang yang menengelamkan sebagian besar rumah diKejawang terutama di daerah dekat Sungai.

7. 1957 Pemilihan kepala Desa untuk mengantikan Bp. Karto Suarno yaitu: Warisan Joyo Suwito

8. 1963-1964 Hama tikus yang mengakibatkan tanaman pokok tidak ada yang menghasilkan hasil Sehingga pada waktu itu kelaparan mulai dirasakan

9. 1968 Timbul penyakit kulit yang di akinatkan virus Tikus yang ada 

10. 1970 -Menerima bantua pangan dari pemerintah berupa bulgur (Butiran merah kecil-kecil untuk dimasak) -Susu bubuk -Dencis berupa ikan Asin

11. 1977 Adanya program pemerintah “GAYA BARU” Sehingga Kejawang Menerima beberapa Bantuan yaitu berdirinya Sekolah Dasar (SD) yaitu INPRES. Mendirikan desa kejawang I di Depan rumah Bp. Kepala Desa. Pelebaran jalan utama Kejawang dari perbatasan Tangeran sampai perbatasan Pandansari.

12. 1978 Salah satu rumah penduduk desa Kejawang Kebakaran

13. 1980 Menerima bantuan dari Dinas Sosial berupa kambing 30 (tiga puluh) ekor yang digunakan untuk Kesejahteraan Masyarakat.

14. 1982 Hujan abu letusan dari Gunung Galunggung yang mengakibatkan tanaman pangan rusak dan terjadi kemarau yang kepanjangan, sehingga masyarakat sulit mencari makanan “PACEKLIK”

15. 1983 Pengaspalan jalan utama dari Perbatasan Desa Tanggeran sampai dengan perbatasan Desa Pandansari

16. 1986 Pembuatan jalan dari perbatasan desa Tanggeran (pete sewu) hingga perbatasan Gunung Tugel (Pandansari) sepanjang kira-kira 3 km.

17. 1989 Pemilihan Kepala desa untuk menggantikan Nasiran Joyo Suwito yaitu : Ibu Supriati.

Mengadakan Pemilu dengan lambang partai.

18. 1990 Pembuatan jalan AMD (Abri Masuk Desa) yang bermanfaat banyak masyarakat Kejawang.

19. 1992 Pembuatan Kantor Kepala Desa yang bersumber dari bantuan pemerintah dan swadaya dari masyarakat.

20. 1993-1997 Pembangunan sarana dan prasarana terus berjalan, sehingga pada masa ini pembangunan di Desa Kejawang berkembang pesat baik pembuatan pendopo, jembatan dan sarana lain.

21. 1999 Pemilihan Kepala Desa dengan kandidat 3 calon dan yang terpilih Bpk Suparmain masa ini menggunakan simbol/lambang Partai. Pada masa ini terjadi kekrisuhan yang meresahkan masyarakat dimana penduduk kandidat lain tidak terima kalau Bp. Suparmin menjadi Kepala Desa.

Daerah basis pengrusakan yaitu : sepanjang jalan menuju rumah Bpk Suparmin banyak kerusakan baik lampu, maupun tanaman yang ada.

22. 2000 Tanah longsor menimpa rumah warga yang mengakibatkan kerusakan rumah dengan kerugian kira-kira Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah).

23. 2001 Pembuatan Masjid II di Desa Kejawang yaitu : AL-HIKMAH atas amal dari Drs. H. Suroso.

24. 2003 Tanah longsor menimpa rumah warga

25. 2004 Kebakaran yang menghanguskan rumah atas nama Bpk Salidin Rt.03 Rw.04 akibat kelalaian penggunaan obat nyamuk bakar.

26. 2006 Kebakaran rumah terjadi kembali menimpa rumah Bpk Bahun Rt.03 Rw.04

27. 2007 Pemilihan Kepala Desa menggantikan Bpk Suparmin, yaitu : Bp. Wahyo Utomo yang terpilih dalam PILKADES dengan 4 (empat) kandidat.

28. 2009 Pengecoran jalan AMD dari Program Pemerintah PNPM yang masih tahap penyelesaian. Kebakaran rumah terjadi kembali menimpa rumah Ibu Sawinem karena kelalaian menggunakan lampu teplok.

29. 2010 Pembuatan PKD (Pos Kesehatan Desa) dari Program Pemerintah PNPM yang masih tahap penyelesaian.

30. 2011 Suran dengan hiburan wayang kulit bersama dalang dari Desa Donosari Meninggalnya Bp. Wahyo Utomo selaku Kepala Desa Kejawang aktif.

31. 2012 Pemilihan Kepala Desa dengan 3 kandidat yaitu: 1. Bp. Ahmad Budi Utomo. 2. Bp. Margijono 3. Bp. Sadimin Bp. Sadimin kades terpilih. - Purna tugas Bp. Bungkus selaku Kadus 4 - Purna tugas Bp. Sadjum selaku Sekertaris Desa Kejawang

32. 2013 - Bantuan RTLH BPPS 71 unit, - Suran dengan hiburan wayang kulit bersama Ki. Dalang Luwuk dari Pandansari

33. 2014 Bantuan bronjong dan bendungan bronjong di wilayah Rw.04

34. 2015 - Bantuan Submersible untuk memperlancar dan melengkapi sarana PAMSIMAS. - Suran dengan hiburan wayang kulit bersama Ki. Dalang Langgeng Hidayat

35. 2016 - Diadakan Grebeg Suro tingkat Desa yang diikuti oleh seluruh warga Desa Kejawang. - Diadakanya Pemilu Bupati dan Wakil Bupati periode 2016-2020. Diikuti 2 paslon dan yang terpilih pasangan Fuad-Yazid

36. 2017 - Mengadakan upacara bendera tanggal 17 Agustus di Lapangan Desa Kejawang diikuti oleh seluruh masyarakat serta diadakan lomba-lomba dalam rangka memperingati HUT RI. - Adapun lomba-lomba tersebut antara lain: lomba gapura per Rt, lomba tumpeng, paduan suara, dan beberapa cabang olehraga - Suran dengan hiburan wayang kulit bersama Ki. Dalang Kembar Sinu Giyanto.

37. 2018 - Bantuan bronjong di wilayah Rw.01 - Bantuan ternak kambing, bebek, dan ayam. - Bantuan RTLH 40 unit dari Kemensos Pusat - Penjaringan Perangkat Desa, pengangkatan perangkat Desa dan Mutasi Perangkat Desa - Pilihan Gubernur dan Wakil Gubernur - Suran dengan hiburan wayang kulit bersama Ki. Dalang Widodo.S.Sn

38. 2019 - Pilihan Legislatif dan Pilihan Presiden dan Wakil Presiden - Paripurna Perangkat Desa Bp. Sukimun - Paripurna Perangkat Desa Bp. Sujono - Pilihan BPD - Pilihan Kepala Desa dengan 2 (dua) kandidat yaitu: 1. Bp. Sadimin (Kejawang) 2. Bp. Sutrisno (Pandansari).