LEGENDA DAN SEJARAH DESA MENGANTI KEC. SRUWENG

A. Legenda Desa

Pada zaman dahulu Desa Menganti berupa hutan. Suatu ketika datang seorang yang sakti dan bijaksana dari daerah Gresik Yogyakarta beliau adalah seorang tentara kerajaan yang di anggap sangat berbahaya bagi colonial belanda dan beliau selalu di kejar-kejar mengasingkan diri di Desa Menganti. Beliau adalah Mbah Boga, terus melanjutkan perjuangan melawan suka merantau dan mengembara maupun bertapa serta berguru serta berguru untuk mendapatkan ilmolonia Belanda meninggalkan istri dan anak yang akhirnya anak dan istri tersebut menanti-nanti kepulangan Mbah Boga namun tidak kunjung dating dan akhirnya mengabdikan desa tersebut dengan sebutan/nama Desa Menganti.

Selang beberapa puluh tahun kemudian datanglah seorang pendatang dari Yogyakarta Mbah Pandit ini yang meneruskan babat alas di Desa Menganti dan juga disusul pendatang lagi Mbah Demang yang konon masih keturunan keraton yang nama lengkapnya Demang Wongsowijoyo. Ketiga orang inilah yang trukah/babat alas di Desa Menganti dan setelah meninggal di makamkan di Desa Menganti dan di keramatkan oleh warga Desa Menganti. Dan terus di teruskan oleh Mbah Sambo (Samber Nyowo) dan Mbah Jamben (Jayeng Benowo) kemudian waktu demi waktu sehingga ada seorang pimpinan desa dengan sebutan lurah adapun di Desa Menganti ada 2 (dua) lurah yang dijabat oleh Cokrangati dan Nurngaliyah, yang kemudian di jadikan 1 (satu) lurah, adapun lurah-lurah selanjutnya sebagai berikut:

1. Cakrawirya : tahun 1890 s/d 1926

2. Cokromijoyo: tahun 1927 s/d 1946

3. Mangoen Sarono: tahun 1947 s/d 1989

4. Praptadi MS: tahun 1988 s/d 1998

5. Pujiono : tahun 1998 s/d 2006

6. Suseno Hadi S.Sos: tahun 2007 s/d 2013

7. Supono : tahun 2013 s/d 2019

B. Sejarah Desa

No Tahun Peristiwa Baik Peristiwa Buruk Ket

1. 1945-1945 Kurang pangan dan masyarakat banyak yang terkena penyakit gondok

2. 1947-1949 Agresi belanda II dan Bpk. Singareja, Bpk. Bawuk di bunuh oleh tentara kompeni

3. 1945 Kekurangan pangan masyarakat makan gaplek yang sudah kena jamur

4. 1950-1964 Warga banyak yang terkena penyakit kulit/patek

5. 1960 Pembuatan lapangan sepak bola dan penanaman pohon murbai untuk ternak ulat sutra

6. 1963 Pemindahan gedung SD dan pembangunan gedung baru

7. 1972 Juara lomba insus pertanian tingkat kabupaten

8. 1974 Banyak tumbuhan grup kesenian di Desa Menganti, kesenian jam janeng, kesenian angguk, wayang kulit dan kuda lumping

9. 1977 Pembuatan gedung SD impress

10. 1988 100 orang warga desa menganti mengikuti penataran P-4 pola 25 jam dan berdirinya lumbung padi/pangan paceklik

11. 1989 Juara 1 lomba kesehatan tingkat kabupaten

12. 1990 Lomba supra insus unggas dan sunatan massal 18 orang (dalam rangka peringatan HUT kemerdekaan RI)

13. 1991 Juara 11 lomba paket A tingkat karsidenan dan pembangunan gedung PKK Sasana Pandhit

14. 1992 Gedung balai desa ambruk hari sabtu jam 06.15 WIB

15. 1993 Juara 1 lomba kades berprestasi tingkat distrik pejagoan dan pembangunan kantor kepala desa

16. 1994 Pembangunan balai desa

17. 1995 Pembangunan kantor BKD dan pembangunan los pasar desa

18. 1996 Penutupan bulan bhakti LKMD tingkat kabupaten bertempat di lapangan desa menganti

19. 1998 Pemilihan kepala desa

20. 2003 Macadam jalan desa sepanjang 1600x3m

21. 2005 Pengaspalan jalan desa yang sudah macadam

22. 2009 Pembangunan los pasar desa 2 los dan rehab gedung PKK sasana pandhit

23. 2010 Pembuatan saluran irigasi dari RW 03,RW 04 sampai RW 05 sepanjang 600m

24. 2011 Pembuatan gedung TK

25. 2012 Pembuatan irigasi depan pak marno sampai jangkir sepanjang 700m

26. 2013 Pembuatan gedung TPQ

27. 2014 Pembuatan saluran irigasi dari belakang rumah pak Bandi


Situs Utama Terkait :