LEGENDA DAN SEJARAH DESA PENUSUPAN KEC. SRUWENG

A. LEGENDA DESA PENUSUPAN

Desa Penusupan awalnya merupakan hutan belantara kurang lebih tahun 1770 m, sehingga dapat dijadikan tempat berlindung atau menyelusup bagi para pejuang. Terbukti di Penusupan ada petilasan Kyai Walisangga/ sembilan (9) makam wali dan makam para pejuang lainya. Ada sebuah sungai kecil diselatan balai Desa Penusupan dinamai kali patok konon cerita wilayah tersebut saat ditancab sebilah keris dari batas itu ke arah utara menjadi gelap atau kasat mata sehingga para musuh tidak dapat melihat atau mengejar, maka wilayah itu bisa sebagai tempat berlindung atau menyelusup bagi para pejuang hingga sekarang desa kami diberi nama Desa Penusupan.

Karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk di tempati (sangat wingit) Kyai Ranadipa datang dengan salah satu saudaranya bernama Patradipa, namun mereka sudah mengadakan perjanjian, Selama Kyai Ranadipa ke arah utara sedang Kyai Patradipa ke arah timur. Selama Kyai Ranadipa membuka wilayah utara tidak menyangka ternyata di wilayah tersebut sudah disinggahi oleh seseorang yang bernama Kyai Gareng yang namanya tidak mau dikultuskan (diabadikan), mereka bersama-sama membuka wilayah tersebut. Kyai Gareng dan Kyai Ranadipa sekaligus di yakni sebagai tokoh awal pembuka Desa Penusupan.

Hari berganti, tahun berganti tahun waktu terus berjalan pertambahan penduduk terus berjalan, pada tahun 1810 mulai terbentuk suatu pemerintahan di kepalai seorang congkok bernama Patrana pada saat itu masuk Pemerintahan Kademangan Candi, Kabupaten Karanganyar sampai tahun 1830.

Pada tahun 1830 dengan perkembangan penduduk yang ada mulai terbentuk Pemerintahan Desa Penusupan masuk Kecamatan Karanganyar, yang di kepalai oleh seorang kepala desa bernama Tirtadiwangsa dengan jumlah kepala keluarga kurang lebih 25. Kepala Desa Tirtadiwangsa berkuasa sampai tahun 1855.

Pada tahun 1855 sampai tahun 1891 di kepalai oleh seorang kepala desa bernama Mertasentana pertambahan kepala keluarga 10, pada tahun 1891 sampai tahun 1906 di kepalai oleh seorang kepala desa bernama Wiryasentana dengan jumlah kepala keluarga 47, jumlah penduduk 185 jiwa.

Pada awal tahun 1906 sampai tahun 1941 di kepalai oleh seorang kepala desa bernama Cakrasentana dengan jumlah kepala keluarga 67 jumlah penduduk 251.

Pada tahun 1936 sebelum masa jabatan kepala desa Cakrasentana terakhir (5 tahun sebelum berakhir), Desa Penusupan masuk wilayah Kecamatan Sruweng, hingga sekarang.

DATA KEPALA DESA PENUSUPAN

No Nama Kepala Desa Tahun Jumlah KK Keterangan

1. Patradipa 1810 - 1830 + 17 KK Congkong

2. Tritadiwangsa 1830 - 1855 + 25 KK Kepala Desa

3. Mertasentana 1855 - 1891 + 35 KK Kepala Desa

4. Wiryasentana 1891 - 1906 + 47 KK Kepala Desa

5. Cakrasentana 1906 - 1941 + 67 KK Kepala Desa

6. Atmorejo 1941 - 1972 + 125 KK Kepala Desa

7. Harjosuwito 1972 - 1974 - PJ Kepala Desa

8. Mulyono 1974 - 1988 + 225 KK Kepala Desa

9. Harjosuwito 1988 - 1989 - PJ Kepala Desa

10. S. Kuswoyo 1989 - 1998 + 250 KK Kepala Desa

11. Partomo 1998 - 1999 - PJ Kepala Desa

12. Bolot Sukendar 1999 - 2007 + 280 KK Kepala Desa

13. Kuswarini 2007 - 2012 + 325 KK Kepala Desa

14. Kuswarini 2012 - 2019 + 408 KK Kepala Desa

15. Kuswarini 2019-sekarang 420 KK Kepala Desa

PERISTIWA/KEJADIAN DI DESA PENUSUPAN

Tahun Kejadian Peristiwa Baik Peristiwa Buruk

1860 Pertama Kepala Desa di Penusupan (Tirta Diwangsa)

1870 Kepala Desa yang Ke II Penusupan (Glondong Mertasentana)

1910 Kepala Desa Penusupan Ke III D (Wiryasentana)

1915 Kepala Desa Penusupan Ke IV (Cakrasentana)

1930 Berdirinya masjid di Penusupan

1947 Kepala Desa Ke V (Atmorejo)

1950 Berdirinya Balai Desa Penusupan

1955 Terjadi Bencana Alam di Jero Tengah

1960 Berdirinya SD Penusupan

1975 Pemilihan Kepala Desa Ke VI (Mulyono)

1977 Mendapat Proyek padat karya pembuatan jalan dari pingit sampai sembir

1988 Lomba Pertanian/Dampak Lomba UPSA

1989 Pemilihan Kepala Desa Ke VII (Seja Kuswoyo)

1991 Pembangunan Balai Desa Permanen

1993 Lomba Desa dan Lomba PKK

1994 Lomba PKK Tingkat Karsidenan

1995 1.Pembuatan jalan Lingkar Penusupan sembira-lgir Tipis 2.Jalan tembus Condong 3.Jalan tembus Donosari 4.Pembelian tanah kas Desa dan pasar 5.Proyek Air Bersih dari Condong Penusupan 6.Pembangunan Polindes (PAPBLMPR)

1996 1.Listrik masuk Desa Penusupan 2.Pembelian Tanah SD 2 lokal 3.Pembangunan gedung PKK 4.Jalan tembus jero tengah – Nusa 5.Pembangunan Jembatan Sembir 6.Pembangunan makam Mbah Duda 7. Lomba Tingkah Nasional Kelompok Tani

1998 Pemilihan Kepala Desa Ke VIII (Bolot Sukendar)

2001 Relokasi Perumahan Longsor Pingit meninggal 9 orang

2004 Betonisasi jalan, wilayah Patok

2006 Pembangunan Jembatan TMMD

2007 1.Pemilihan Kepala Desa Ke IX (Kuswarini) 2.Pembangunan kembali talud SD Penusupan Talud SD Penusupan longsor

2008 Pembangunan Betonisasi seluruh jalan lingkar tembus Condong dan Donosari Longsor di jalan protokol di wilayah Nusa Longsor di rumah-rumah warga

2009 Pembangunan SPA wilayah Pingit, Nusa dan depan Balai Desa

2009 Pembangunan Talud Tebing jalan protokol di wilayah Nusa/PNPM dan P2KP

2009 Bantuan Pembangunan Rumah 5 KK

2009 Pembelian tanah Kas Desa

2010 - Pembangunan SPA di wilayah Caplang - Pembangunan SPA Rw.IV, Rt.02 Rw.IV dan Rt.03 Rw.IV, Rt.II, Rt.03 Rw.III

2012 -Pembuatan jalan dari Penusupan ke Kajoran (+ 1 km) -Pembuatan jalan tembus dari Penusupan ke Donosari -Pemilihan BPD

2013 1.Pemasangan bronjong pengendali air sungai Rabat beton dari Jero Tengah – lemah gugur (PPIP) 2.Sumur bor 3.Pemilihan Kepala Desa (Kuswarini) 4.Pembangunan gedung PAUD (PNPM) 5.Rehab gedung PKK

2014 Rabat beton di wilayah Rw.I dan II1.Talud longsor di wilayah Nusa Rt.01 Rw.II 2.Talud longsor di wilayah Rt.02 Rw.II (bawah Gua Dawa)

2015 1.Pemugaran Perumahan 88 KK (BSPS) 2.Pemugaran rumah 5 unit (Dana Desa) 3.Pembangunan Talud diwilayah Rt.01 Rw.II 4.Pembangunan Talud diwilayah Rt.01 Rw.III 5.Pembangunan Gedung Lebah Madu (MP3KI) 6.Pembangunan Talud diwilayah Rt.01 Rw.II (Banprop)

2016 1.Pembangunan Jalan Usaha Tani Lokasi Rt.01/04 s/d Rt.02 Rw.05 2.Pembangunan Pasar Desa dan kios desa 3.Pembangunan Kios Desa 2 unit 4.Pembangunan Talud wisata watu gede 5.Pendirian BUMD Desa Rukun 6.Bantuan 1000 batang bibit pala 1.Longsor wilayah Rt.01 Rw.03

2017 1.Pembangunan Gapura (Batas Desa) 2.Pembuatan jalan Usaha Tani dari Sanggrahan s/d Caplang 3.Pembangunan Talud lokasi wisata watu gede 4.Pembangunan kolam renang lokasi watu gede 5.Pembangunan Bronjong Rt.02 Rw.01 6.Rehab Gedung Posyandu 7.Pembangunan WC Pasar 8.Pembangunan WC Watu Gede 9.Batuan Pembuatan WC warga sebanyak 36 KK 10.Pembangunan Plat Dekker 11. Pembuatan pagar PAUD 12. Pembangunan Kios desa 2 nit (Bant Kabupaten)

2018 1.Pembangunan Embung Desa 2.Pembangunan Talud masjid Bani Tohir 3.Pengembangan wisata desa (pembuatan pagar wisata) 4.Pembangunan Jalan Usaha Tani dari sanggrahan s/d Watu Gede 5.Pembangunan Air Bersih (Pamsimas) 6.Bronjong sungai Rt.01 Rw.02 7.Dak SD Penusupan 8.Babonisasi 9.Sumur Bor 1.Kebakaran rumah Ibu Yatini Rt.03 Rw.03 2. Talud masjid Bani Tohir mengalami longsor

2019 1.Rehab Jalan Desa (Pengaspalan) dari Sanggrahan s/d Jero Tengah 2.Pembangunan Gapura Wisata 3.Pembangunan Talud wisata pesona sanggrahan 4.Bantuan RTLH 3 rumah 5.Pemilihan Kepala Desa 6.Bantuan Bibit kambing 7.Bantuan alat-alat pertanian 8. Juara 1 Lomba Desa Inovasi


Situs Utama Terkait :