LEGENDA DAN SEJARAH DESA TRIKARSO KEC. SRUWENG

A. Legenda Desa

Pada zaman dahulu sebelum adanya nama Desa Trikarso, dahulu ada tiga desa yaitu desa sangkeh, desa kepuh, dan desa jatingarang. Masing-masing desa mempunyai makna dan karakter yang berbeda desa sangkeh terkenal dengan masyarakatnya dengan Bengseh Sangkeh artinya mayoritas masyarakat Desa Sangkeh tidak begitu mendalami tentang agama, sedangkan Dusun Kepuh terkenal dengan slogan Umuk Kepuh yang mengandung arti bahwa masyarakat di Desa Kepuh terkenal dengan masyarakat yang alim banyak tokoh agamanya, dan yang terakhir Desa Jatingarang terkenal dengan slogan Kemplang Jatingarang artinya mayoritas warga desa jatingarang masyarakatnya adalah masyarakat yang pekerja keras.

Di desa trikarso ada seorang gadis yang sangat cantik rambutnya terurai panjang sampai mata kaki dan rambutnya selalu disanggul banyak pemuda yang jatuh cinta kepadanya, baik dari golongan masyarakat biasa maupun dari golongan darah biru namanya Mbah Genjil. Pada suatu hari beliau dilamar oleh lebih satu orang pemuda, beliau merasa bingung harus memilih satu diantaranya, tentunya kalo memilih yang satu yang lainnya takut akan sakit hati, untuk itu mbah genjil berpesan mohon kepada kedua orang tuanya untuk dikubur hidup-hidup dengan syarat sebelum dikubur mbah genjil minta tanda tangannya diikat dengan benang putih.

Beliau berpesan dalam jangka satu minggu benang ditarik masih kuat berarti masih hidup, tapi apabila dalam jangka waktu satu minggu benang ditarik sudah tidak kuat berarti sudah meninggal. Ternyata setelah dua minggu benang tersebut ditarik sudah tidak kuat, berarti beliau sudah meninggal. Setelah kejadian tersebut dulu desa trikarso ada gadis yang sangat cantik dan mempunyai rambut yang sangat panjang biasanya tidak panjang umur.

Tabel Pertumbuhan Penduduk:

No Jenis Kelamin Tahun

1. Laki-laki Tahun (2018) 2081 Tahun 2019 (2089)

2. Perempuan Tahun (2018) 1976 Tahun (2019) 1981

3. Jumlah Tahun (2018) 4057 Tahun (2019) 4070

Sebagian besar penduduk Desa Trikarso bekerja pada sektor pertanian disusul sektor industry secara detail mata pencaharian penduduk Desa Purwodeso adalah sebagai berikut.

Tabel Mata Pencaharian

No Mata Pencaharian Tahun (2018-2019)

1. Buruh Harian Lepas (L)482 (P)207, (L)482 (P)207

2. Buruh Tani (L)253 (P)26, (L)279

3. Guru (L)19 (P)43, (L)19 (P)43

4. Ibu Rumah Tangga (L)748 (P)748,

5. Karyawan Honorer(L)23 (P)20, (L)23 (P)20

6. Karyawan Perusahaan Swasta (L)384 (P)196, (L)384 (P)196

7. Pedagang (L)23 (P)20, (L)23 (P)20

8. PNS (L)45 (P)29, (L)45 (P)29

9. Pelajar (L)213 (P)204, (L)213 (P)204

10. Pengrajin  (L)2 (P)2, (L)2 (P)2

11. Perangkat Desa (L)15 (P)3, (L)15 (P)3

12. Perawat Swasta (L)6 (P)24, (L)6 (P)24

13. Petani (L)178 (P)99, (L)178 (P)99

14. POLRI (L)4 (P)1, (L)4 (P)1

15. Purnawirawan / pensiunan 91 12 91 12

16. Sopir (L)3 (P)3

17. Tukang Batu (L)4 (P)4

18. Tukang Jahit (L)1 (P)1, (L)1 (P)1

19. Tukang Kayu (L)4 (P)4,

20. Wiraswasta (L)134 (P)53, (L)134 (P)53

Dan peristiwa meninggalnya Mbah Genjil menjadi adat atau kebiasaan bagi masyarakat apabila mau menikahkan putra putrinya harus melepas anak ayam yang masih hidup dan kakinya diikat dengan benang putih kemudian dilepas di sekitar makam.

Dengan kurun waktu yang sudah sekian lama dan kemajuan teknologi sehingga peristiwa tersebut sekarang sudah dilupakan oleh masyarakat. 

B. Sejarah Desa

Tahun Kejadian Peristiwa Baik Peristiwa Buruk

1914 Terjadinya penggabungan tiga desa yaitu:

1. Desa Sangkeh

2. Desa Kepuh

3. Desa Jatingarang

Menjadi Desa Trikarso yang saat iu dipimpin oleh Kepala Desa namanya Bpk. Karsoprayitno merupakan kepala desa yang pertama

1946 Terjadi pemilihan kepala desa trikarso yang kedua yang terpilih menjadi kepala desa yaitu Bpk. Nasran Martowisastro

1975 Mendapat bantuan nasi bulgur dan sandren serta susu bubuk Terjadi kemarau panjang

1963 Kekurangan pangan dan paceklik panjang

1967 Kemarau panjang dan terjadi inflasi uang Rp 1.000,0 menjadi Rp 1,-

1986 Terjadi pemilihan kepala desa yang ketiga yang terpilih menjadi kepala desa trikarso Bpk.Suharto Desa menerima bantuan ayam namun banyak yang mati terkena penyakit Tetelo

1995 Terjadi pemilihan kepala desa yang keempat yang menjadi kepala desa Bpk. Sutrisno

1996 Terjadi gagal panen hal ini terjadi karena tanah padi tiga kali

1999 Terjadi erformasi

2000 Mengangkat seorang pejabat kepala desa yaitu Bpk. Moh Afandi beliau sebagai PNS di kecamatan sruweng selama satu tahun

2001 Melaksanakan pemilihan kepala desa yang kelima dan yang terpilih menjadi kepala desa Bpk. Wasiman beliau seorang purnawiran TNI AU

2006 Warga miskin desa trikarso mendapat bantuan BLT (bantuan langsung tunai)

2006 Pada bulan November 2006 diangkat pejabat kepala desa yaitu Bpk. Basir HS Kaur pemerintahan desa trikarso

2007 Dilaksanakan pemilihan kepala desa trikarso yang keenam yang terpilih menjadi kepala desa Bpk. Sukimin beliau karyawan POLRI di polres kebumen yang masa jabatannya 6 tahun

2009 Semua KK desa trikarso mendapat bantuan kompor Gaddari pemerintah

2013 Dilaksanakan pemilihan kepala desa tirikarso yang ke tujuh yang terplih menjadi kepala desa Bpk. Sutrisno beliau pernah menjabat kepala desa pada tahun 1995

2018 Diangkat seorang penjabat kepala desa trikarso yaitu Bpk. Moh Afandi selama 10 bulan

2019 Dilaksanakan pemilihan kepala desa trikarso yang ke delapan yang terpilih menjadi kepala desa Bpk. Kherodin seorang anggota BPD desa trikarso dengan masa jabatannya 6 tahun


Situs Utama Terkait :