Peningkatan UKM di Kawasan Geopark menjadi Prioritas

Pengelolaan dan pengembangan Geopark Nasional Kebumen adalah merupakan kerja simultan yang melibatkan banyak pihak. Tidak hanya Pemerintah Kabupaten Kebumen saja, namun masyarakat perlu mendapatkan edukasi tentang arti penting dan manfaat geopark. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kebumen Ir. Hj. Siti Kharisah, MM, Selasa siang (23/04) di Kantor Dinas tersebut di Jalan Cendrawasih Kebumen. 

Selain sebagai kawasan konservasi dan sarana implementasi berbagai bidang ilmu, adanya aktivitas pariwisata dalam kegiatan geopark yang dijalankan oleh masyarakat, adalah hal penting yang menjadi kunci keberhasilan pengelolaannya. 

Selaras dengan pemahaman itu, dinas yang dipimpinnya juga akan mengambil peran sesuai tupoksi yang melekat. 

Kadinas Naker Koperasi dan UKM ini mengatakan, Usaha Kecil Menengah yang berada di kawasan geopark akan didorong untuk meningkatkan potensinya. "Sebagai tempat yang akan banyak dikunjungi, kawasan tersebut harus bisa memberikan kesan mendalam kepada pengunjungnya," tegasnya. "Pelatihan pembuatan souvenir kepada masyarakat, pembuatan jajanan khas Kebumen merupakan salah satu prioritas kami menyongsong ditetapkannya Karangbolong Karangsambung sebagai Geopark Nasional," imbuh mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Kebumen ini. 

Usaha menjadikan Kawasan Karangbolong Karangsambung menjadi Geopark Nasional telah dirintis oleh Pemkab Kebumen sejak tahun 2016. Setelah ditetapkan sebagai Geopark Nasional, Pemkab Kebumen bertekad untuk menjadikan Geopark Nasional Kebumen tersebut sebagai Kawasan Geopark Global Unesco. 

Upaya nyata kearah tersebut, mendapatkan respon cepat dan positif dari DPRD Kebumen yang telah menggelar public hearing membahas kawasan seluas 543,599 km² yang terhampar di 12 kecamatan dan 117 Desa ini. 

Di kawasan Geopark Nasional Kebumen terdapat 41 situs geologi (geosite), 8 situs biologi, dan 10 situs budaya.